Update

Lomba Sihir Menatap Kehilangan Lewat “Di Seberang”, Lagu Keras tentang Hidup Setelah Ditinggalkan

Lomba Sihir merilis “Di Seberang”, lagu alternative rock tentang kematian, kehilangan, dan kehidupan setelah ditinggalkan.

By Muhammad Miko Prayoga Juli 19, 2026 2 Minute Read

Sounds Of Concert – Apa yang tersisa ketika maut memisahkan dua orang yang saling mencintai? Pertanyaan itu menjadi dasar “Di Seberang”, single terbaru Lomba Sihir yang membungkus kisah kehilangan melalui musik rock keras, bising, tetapi tetap melankolis.

Lomba Sihir merilis “Di Seberang” melalui Sun Eater ke berbagai platform musik digital pada 15 Juli 2026. Lagu ini ditulis oleh Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra alias Hindia, serta diproduseri langsung oleh Lomba Sihir. Rishanda Singgih turut terlibat sebagai pemain bas tamu.

Cerita lagu tersebut berangkat dari percakapan sederhana dalam kehidupan rumah tangga Enrico mengenai kemungkinan kehilangan pasangan.

“Lagu ini datang dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di rumah tangga gue, kayak, ‘Kalau aku mati duluan, nanti kita bagaimana?’ Sebenarnya sesimpel itu,” kata Enrico.

Baskara kemudian menerjemahkan cerita tersebut menjadi lirik yang membicarakan kematian, perpisahan, dan kehidupan yang harus tetap berjalan setelah seseorang pergi. Proses pengerjaannya dilakukan secara kolektif, mulai dari menentukan topik, menyusun komposisi, hingga merancang melodi vokal dan lirik.

Secara musikal, “Di Seberang” membawa kembali sisi alternative rock Lomba Sihir yang terdengar dalam lagu “Seragam Ketat” dan “Nirrrlaba”. Distorsi gitar dan aransemen yang keras menjadi kontras dengan liriknya yang emosional.

Rayhan Noor menyebut karakter tersebut memperlihatkan luasnya spektrum musik Lomba Sihir.

“Lagu ini agak kotor dan keras, tetapi melankolis juga. Kalau secara sonik, itu banyak ada di Selamat Datang di Ujung Dunia,” ujarnya.

“Di Seberang” juga menjadi pembuka menuju Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, edisi lanjutan dari album kedua Lomba Sihir yang akan dirilis pada 4 September 2026. Proyek tersebut akan berisi sejumlah lagu baru dengan cerita yang lebih dalam dan personal.

Melalui lagu ini, Lomba Sihir berharap dapat menemani pendengar yang sedang menghadapi kehilangan maupun kecemasan tentang perpisahan.

“Kami rela lagu itu menjadi lagu bersama, karena saat karya sudah dirilis, itu sudah bukan punya Lomba Sihir saja, tetapi milik semua yang mau mendengarkannya,” tutur Enrico.